Selasa, 02 September 2014

Rangkuman Buku

0 komentar

Rangkuman Buku


Berdasarkan uraian di atas ternyata dalam melakukan komunikasi dibutuhkan minimal 4(empat) komponen, yaitu:
a. pengirim pesan sebagai sumber,
b. pesan sebagai data atau informasi yang dikirimkan,
c. penerima pesan sebagai tujuan dan
d. media yang digunakan untuk menyam-paikan pesan tersebut.

Komunikasi pada kenyataannya tidak hanya digunakan oleh orang perorang akan tetapi terjadi juga untuk antar lembaga, sehingga komunikasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang mendukung terjadinya proses saling tukar menukar pesan melalui suatu media tertentu yang dilakukan oleh orang, instansi atau lembaga.

Sistem komunikasi berdasarkan cara pengiriman pesan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Sistem satu arah (Simplex) merupakan suatu sistem komunikasi dimana pengirim pesan hanya melakukan pengiriman pesan tanpa harus menerima respon dari penerima pesan,

b. Sistem dua arah (Duplex) merupakan sistem komunikasi dua arah yaitu disamping mengirimkan pesan juga menerima pesan dan respon dari lawan komunikasi, secara teknis dilakukan dengan metode Full Duplex dan Half Duplex.

Open System Interconnection (OSI) diperkenalkan oleh International Standard Organitation (ISO). Dalam usaha mengembangkan protocol komunikasi data yang baku ISO menggunakan suatu model. Model yang digunakan untuk kendali melalui jaringan dan sekarang dikenal sebagai model OSI. Model OSI menggunakan layer (lapisan) untuk menentukan berbagai macam fungsi dan operasi sistem komunikasi data. Dibagi menjadi 7 lapisan :
1.      Physical
2.      Data Link
3.      Network
4.      Transport
5.      Session
6.      Presentation
7.      Aplication

Sinyal digital tersusun dari sederetan bit biner dan setiap bit memiliki 2(dua) kondisi yaitu logika 0, sebagai contoh untuk merepresentasikan angka 185 desimal maka secara biner akan tersusun 1011 1001 dan untuk merepresen-tasikan angka 202 desimal maka secara biner akan tersusun 1100 1010.Bentuk kode biner 1 dan 0 tersebut pada saat dikirimkan melalui media transmisi diubah menjadi format sinyal digital secara serial, kode yang digunakan untuk membentuk data tersebut dikenal dengan istilahi line-code.

a.Unipolar Line Coding
Kode ini menggunakan hanya satu non-zero dan satu zero level tegangan, yaitu untuk logika 0 memiliki level zero dan untuk logika 1 memiliki level non-zero.
b. Polar Line Coding
Kode ini menggunakan dua buah level tegangan untuk non-zero guna merepresentasikan kedua level data, yaitu satu positip dan satu negatip. Untuk pengkodean polar terdapat 4 macam jenis kode polar :
1) Non Return to Zero (NRZ)
Terdapat dua jenis kode NRZ yang meliputi:
·         Level-NRZ, level sinyal merupakan representasi dari bit, yaitu untuk logika 0 dinyatakan dalam tegangan positip dan untuk logika 1 dinyatakan dalam tegangan negatip. Kelemahan kode ini memiliki sinkronisasi rendah untuk serial data yang panjang baik untuk logika 1 dan 0.
·         Invers-NRZ, merupakan kode dengan ciri invers level tegangan merupakan nilai bit berlogika 1 dan tidak ada tegangan merupakan nilai bit berlogika 0. Untuk logika 1 dalam sederetan data memungkinkan adanya sinkronisasi, walaupun demikian untuk sekuensial yang panjang untuk data berlogika 0 tetap terdapat permasalahan.
2). Return to Zero (RZ)
·         Kode RZ level sinyal merupakan representasi dari bit, yaitu untuk logika 0 dinyatakan dalam tegangan negatip dan untuk logika 1 dinyatakan dalam tegangan positip, dan sinyal harus kembali zero untuk separuh sinyal berdasarkan interval dari setiap bit

3). Manchester
Pada kode Manchester terjadi inversi level sinyal pada saat sinyal bit berada di tengah interval, kondisi ini digunakan untuk dua hal yaitu sinkronisasi dan bit representasi.

4) Diferensial Manchester
Pada kode Diferensial Manchester inversi level sinyal pada saat berada di tengah interval sinyal bit digunakan untuk sinkronisasi, ada dan tidaknya tambahan transisi pada awal interval bit berikutnya merupakan identifikasi bit, dimana logika 0 jika terjadi transisi dan logika 1 jika tidak ada transisi, memiliki kesempurnaan sinkronisasi.


Read full post »

CAN BUS

0 komentar
    Pengertian CAN (Controller Area network)

  CAN Controller Area network pada mulanya dikembangkan untuk aplikasi pada kendaraan bermotor oleh Robert Bosch. Standar yang digunakan untuk data link layer mengacu pada model OSI (Open System Interconnection). CAN adalah subuah protocol komunikasi serial, yang secara efektif membantu mendistribusikan real-time control dengan keamanan tingkat tinggi. Pengalamatan yang dipergunakan berdasarkan pesan dengan menggunakan metode pemgambilan acak disertai dengan pendeteksian kolisi dan bit to bit arbitrasi. Pesan yang mempunyai prioritas tertinggi akan mendapatkan akses ke jaringan terlebih dahulu. CAN merupakan system serial bus dengan kemampuan multi-master, yang berarti setiap simpul dapat mengirimkan data dan beberapa simpul dapat mengakses ke bus secara bersamaan.
Read full post »

Simplex, Half Duplex, Complex Duplex

0 komentar

Simplex, Half Duplex, Complex Duplex


Bentuk komunikasi dibagi dalam tiga kategori, yaitu; simplex, half duplex dan complex duplex.
1. Simplex
Merupakan bentuk komunikasi antara dua belah pihak, hanya saja sinyal-sinyal yang dikirim secara satu arah.
Contoh nyata model komunikasi ini seperti broadcasting (siaran televisi) ataupun siaran radio.
2. Half Duplex
Merupakan bentuk komunikasi antara dua belah pihak dan dua arah, namun secara bergantian (tidak dapat secara bersama-sama) antara mentransmisikan dan menerima data.
Contoh sederhana adalah walkie-talkie yang sering kita jumpai. Jika kita ingin berbicara, kita harus menekan tombol dan sebaliknya, jika kita ingin mendengar tombol harus dalam keadaan tidak ditekan.
3. Full Duplex
Merupakan bentuk komunkasi antara dua belah pihak yang saling mengirim dan menerima informasi dalamwaktu bersamaan. Pada umumnya model ini memerlukan dua jalur komunikasi.
Contoh yang sering kita temukan dalam kehidupan adalah telepon, di mana penggunanya bisa berbicara (mengirim) dan mendengar (menerima) secara bersamaan.
Sumber :
http://kudotelekomunikasi.wordpress.com/
Read full post »

DNC (Domain Name System)

0 komentar

DNC (Domain Name System)


Pengertian DNS Domain Name System adalah sebuah layanan internet yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat Internet Protocol (IP). DNS secara otomatis mengkonversi nama ketika ada mengeketik alamat di adress bar web browesr ke alamat IP dari server Web hosting situs tersebut. Contohnya ketika anda mengetik www.pacarita.com maka secara otomatis DNS akan mengganti domain www.pacarita.com ke ip 192.211.48.254. inilah fungsi dari Domain Name System atau DNS.
 DNS menerapkan database terdistribusi untuk menyimpan nama dan informasi alamat untuk semua host publik di internet. Database DNS berada pada database server khusus. Ketika sebuah clien seperti browser Web melakukan permintaan dan ternyata bermasalah yang melibatkan nama host Internet, maka sebuah software yang disebut DNS resolver (biasanya dibangun ke dalam sistem operasi jaringan) akan mengkontak server DNS untuk menentukan alamat IP server.
Jika server DNS tidak berisi pemetaan yang dibutuhkan, maka pada gilirannya akan meneruskan permintaan ke server DNS yang berbeda pada tingkat yang lebih tinggi dalam hirarki. Setelah beberapa berpotensi untuk forward dan pesan delegasi dikirim dalam hirarki DNS, alamat IP untuk host yang diberikan akhirnya tiba di resolver, yang pada gilirannya melengkapi permintaan over Internet Protocol.
Setiap kali Anda mengunjungi sebuah website, Anda berinteraksi dengan didistribusikan database terbesar di dunia ada beberapa contoh dns yang paling umu sering digunakan seperti DNS google atau Open DNS silahkan baca pada artikel Antara OpenDNS dan Google DNS. database besar secara kolektif dikenal sebagai DNS, atau Domain Name System. Sebuah server DNS tidak bekerja dengan mudah dan instan. Pelajari lebih lanjut tentang apa itu DNS, bagaimana cara kerjanya.
Alamat IP dan Nama Domain                                            
Untuk memahami pengertian DNS adalah dengan mengetahi bagaimana cara kerja DNS, Anda harus memiliki pemahaman dasar tentang alamat IP dan nama domain. Sebuah alamat IP, atau alamat Internet Protocol, adalah rangkaian angka yang bertindak sebagai pengidentifikasi biner untuk perangkat di Internet. Singkatnya, alamat IP adalah alamat sebuah komputer, server dan perangkat lain digunakan untuk mengidentifikasi satu sama lain secara online. Sebagian besar alamat IP disusun menjadi empat set angka – yaitu, 12.34.56.78.
domain adalah informasi yang Anda masukkan ke web browser untuk menuju situs web tertentu. Ketika Anda memasukkan URL seperti www.pacarita.com/index ke web browser, nama domain adalah pacarita.com. Pada dasarnya, nama domain adalah sebuah sistem yang memudahkan manusia mengingat alamat IP.
Menerjemahkan Nama Domain ke Alamat IP

Walaupun sebenarnya ketika memasukkan alamat IP address ke sebuah web browser seperti 192.211.48.254 tetap akan mengarahkan anda ke website www.pacarita.com tetapi akan jauh lebih mudah mengetik sebuah domain dari pada sebuah ip address.disinilah fungsi utama dari DNS,yaitu untuk mengambil nama domain dan menerjemahkannya ke alamat IP yang memungkinkan mesin untuk berkomunikasi dengan satu sama lain. Setiap nama domain memiliki setidaknya satu alamat IP address.
Read full post »

DHCP

0 komentar
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah sebuah mekanisme yang memungkinkan sebuah server untuk memberikan IP Address secara dinamik kepada client. Server yang melakukan tugas memberikan IP address kepada client disebut dengan DHCP server, sedangkan komputer yang menerima IP address secara dinamik dari DHCP server disebut client.
    Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool.
     Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
dhcp3
     Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.




Cara Kerja DHCP 


  DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP, antara lain:


1. IP Least Request
    Client meminta nomor IP ke server (Broadcast mencari DHCP server).

2. IP Least Offer
DHCP server (bisa satu atau lebih server jika memang ada) yang mempunyai no IP  memberikan penawaran ke client tersebut.

3. IP Lease Selection
Client memilih penawaran DHCP Server yang pertama diterima dan kembali     melakukan broadcast dengan message menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server.

4. IP Lease Acknowledge
DHCP Server yang menang memberikan jawaban atas pesan tersebut berupa konfirmasi no IP dan informasi lain kepada Client dengan sebuah ACKnowledgment. Kemudian client melakukan inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP tersebut dan client dapat bekerja pada jaringan tersebut. Sedangkan DHCP Server yang lain menarik tawarannya kembali. 

Blok / Gambar Aliran Protokol DHCP




Fungsi DHCP


  • DHCP memiliki fungsi utama mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer.
  • DHCP akan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena alokasi IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja.
  • DHCP server selain bisa memberikan IP address secara dinamik, juga bisa memberikan IP address secara statis kepada client yang terhubung ke jaringan komputer.
  • DHCP memberikan kemudahan dalam proses komunikasi data antar komputer.


Kelebihan DHCP Server
  • -Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.

  • -DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.

  • -DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).

  • -DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.

  • -DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client.
Kekurangan DHCP Server
  • -Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari hal itu jika server mati maka semua komputer akan disconnect dan saling tidak terhubung.

Sumber : 
http://kurniadwisandra.blogspot.com/
Read full post »

Frame Ethernet

0 komentar

Frame Ethernet

Ethernet II adalah sebuah standar enkapsulasi paket data jaringan berbasis teknologi Ethernet yang digunakan olehprotokol TCP/IP. Standar ini dikembangkan oleh Digital Equipment Corporation (DEC), Intel Corporation, dan Xerox sebelum akhirnya diserahkan kepada komite IEEE 802 untuk menjadi standar IEEE 802.3. Ethernet II juga disebut sebagai Ethernet II frame format atau DIX frame format (mengingat pihak-pihak yang mengembangkannya adalah DEC, Intel dan Xerox).
Struktur data
Struktur data sebuah frameEthernet II
Sebuah frame Ethernet II terdiri atas beberapa field, yakni sebagai berikut:
·         Preamble
·         Destination Address
·         Source Address
·         EtherType
·         Payload, dan
·         Frame Check Sequence (FCS).
Preamble
Field Preamble adalah sebuah field yang memiliki panjang 8 byte. 7 byte dari field ini merupakan susunan angka 0 dan 1 (setiap byte berisi urutan bit 10101010) yang digunakan untuk melakukan sinkronisasi dengan pihak penerima, sedangkan 1 byte terakhir yang berisi 10101011 mengindikasikan bahwa frame tersebut adalahframe pertama. Sehingga, field ini berfungsi untuk melakukan sinkronisasi dengan pihak penerima dan menandai setiap frame Ethernet.
Destination Address
Field Destination Address adalah sebuah field yang memiliki panjang 6 byte yang menandakan alamat tujuan ke manaframe yang bersangkutan akan dikirimkan. Alamat tujuan ini bisa berupa alamat unicast Ethernet, alamat multicast Ethernet, atau alamat broadcast Ethernet. Alamat unicast Ethernet merupakan alamat fisik Ethernet yang bersangkutan, yang berupaMAC address, sedangkan alamat broadcast Ethernet merupakan sebuah alamat yang memiliki semua bitnya diset ke angka 1, sehingga membentuk pola alamat FF:FF:FF:FF:FF:FF.
Source Address
Field Source address adalah sebuah field yang memiliki panjang 6 byte dan menunjukkan alamat sumber dari mana frame yang bersangkutan berasal. Alamat ini umumnya adalah alamat unicast Ethernet.
EtherType
Field EtherType adalah sebuah field yang memiliki panjang 2 byte yang mendndakan protokol lapisan tinggi yang terkandung di dalam frame Ethernet yang bersangkutan. Setelah sebuah kartu jaringan meneruskan frame yang bersangkutan kepada sistem operasi host tersebut, nilai dari field ini akan digunakan untuk meneruskan muatan Ethernet kepada protokol lapisan tinggi yang cocok. Jika tidak ada protokol lapisan tinggi yang cocok, maka nilai dari field ini akan diabaikan.
Field ini bertindak sebagai tanda pengenal protokol dalam format frame Ethernet II. Untuk sebuah datagram IP, nilai dari field ini diset ke nilai 0x0800, sementara untuk sebuah pesan ARP, nilainya adalah 0x086. untuk selengkapnya, lihat diwebsite IANA.
Payload[sunting | sunting sumber]
Field Payload untuk sebuah frame Ethernet II berisi sebuah protocol data unit (PDU) yang dimiliki oleh sebuah protokol lapisan yang lebih tinggi. Ethernet II dapat mengirimkan data dengan ukuran maksimum 1500 byte. Karena Ethernet memiliki fasilitas untuk mendeteksi adanya kolisi dalam jaringan, maka dalam frame-frame Ethernet II harus terdapat payload paling tidak 46 byte. Jika memang payload yang dimiliki oleh protokol lapisan yang lebih tinggi kurang dari 46 byte, maka datatersebut harus diisi dengan beberapa bit kosong, agar tetap memiliki panjang 46 byte.
Frame Check Sequence
Field Frame Check Sequence (FCS) adalah sebuah field yang ukurannya 4 byte yang menyediakan verifikasi integritas bitterhadap keseluruhan frame Ethernet II yang bersangkutan. Field FCS ini juga disebut dengan Cyclic Redundancy Check(CRC). Pihak peneirim akan menghitung nilai dari FCS dan menempatikan hasilnya di dalam field ini. Ketika pihak penerima mendapatkan frame yang bersangkutan, pihak penerima tersebut akan melakukan penghitungan ulang terhadap FCS dengan menggunakan algoritma yang sama, dan membandingkannya dengan yang terdapat di dalam FCS. Jika kedua nilai tersebut sama, maka frame yang bersangkutan dianggap valid dan akan diproses oleh pihak penerima. Jika tidak sama, maka frame tersebut diabaikan, seolah-olah tidak ada frame yang dikirimkan.
Kalkulasi yang terjadi pada Ethernet II yang disimpan di dalam field ini hanya menyediakan layanan integritas level bit saja, bukannya layanan integritas terhadap data keseluruhan atau bahkan layanan autentikasi. Sebuah nilai FCS yang valid tidak menjamin bahwa frame yang bersangkutan tidak dimodifikasi oleh orang yang tidak berhak selama transit di node lainnya. Kalkulasi terhadap FCS telah diketahui secara umum dan sebuah node yang terletak di antara dua buah node yang saling berhubungan dapat saja mengintersepsi frame yang sedang dipertukarkan, memodifikasi frame tersebut, menghitung kembali nilai FCS dan meletakannya ke dalam field ini sebelum meneruskaan frame tersebut. Si node penerima pun tidak dapat mendeteksi bahwa frame yang diterimanya telah dimodifikasi hanya dengan field FCS. Karenanya, untuk mencegah hal ini terjadi, gunakan protokol level tinggi yang menawarkan fitur keamanan, seperti halnya IPSec.
Selain itu, field ini hanya menyediakan deteksi terhadap kesalahan pada level bit saja, dan tidak dilengkapi dengan fitur pemulihan dari kesalahan tersebut (error recovery). Ketika nilai FCS yang dihitung oleh pihak penerima tidak sama dengan nilai FCS yang disimpan di dalam frame, maka satu-satunya kesimpulan yang dapat diambil dari hal itu adalah bahwa sebuah bit atau beberpa bit telah berubah. Penghitungan FCS juga tidak menyediakan informasi tentang di mana letak kesalahan tersebut atau bagaimana cara mengoreksinya, tapi beberapa jenis mekanisme CRC lainnya (yang digunakan dalam teknologi framing lainnya) dapat melakukan hal ini. Contoh dari hal ini adalah field 1-byte Header Checksumdalam header sebuah sel Asynchronous Transfer Mode (ATM), yang dapat menyediakan layanan pendeteksian kesalahan seperti halnya Ethernet II serta juga mampu melakukan pemulihan terhadap kesalahan tersebut, meski terbatas.
Contoh dari frame Ethernet II
Berikut ini merupakan contoh dari frame Ethernet II yang diambil dengan menggunakan Microsoft Network Monitor untuk sebuah datagram IP:
+   Frame: Base frame properties
    ETHERNET: ETYPE = 0x0800 : Protocol = IP:  DOD Internet Protocol
       + ETHERNET: Destination address : 001054CAE140
       + ETHERNET: Source address : 00600852F9D8
       ETHERNET: Frame Length : 74 (0x004A)
       ETHERNET: Ethernet Type : 0x0800 (IP:  DOD Internet Protocol)
       ETHERNET: Ethernet Data: Number of data bytes remaining = 60 (0x003C)
+   IP: ID = 0xAE09; Proto = ICMP; Len: 60
+ ICMP: Echo: From 192.168.160.186 To 192.168.160.01
Ukuran Frame Ethernet

Semua frame Ethernet harus membawa payload paling tidak 46 bita. Ukuran minimum frame Ethernet tersebut adalah hasil dari pengaplikasian skema media access yang digunakan oleh Ethernet, yakni CSMA/CD (carier sense multiple access with collision detection), sehingga mengakibatkan ukuran minimalnya yang harus 46 bit.

Sumber : http://id.wikipedia.org/
Read full post »

Perbedaan Workstation dan Client

0 komentar

Perbedaan Workstation dan Client



Pengertian Server dan Workstation Dalam Jaringan


Pengertian Server Dalam Jaringan
       Server adalah komputer yang bisasanya dikhususkan untuk penyimpanan data atau sistem operasi berbasis network (Network Operating System), berisikan daftar user yang di perbolehkan masuk ke server tersebut.
          Jadi apabila komputer server mengalami ganguan/mengalami kerusakan secara otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu masuk dan sebagai pusat jaringan tersebut. Jadi, apabila seluruh jaringan tidak dapat berfungsi berarti telah terjadi ganguan atau kerusakan pada server.

Server Terdiri dari 2 Jenis Antara Lain :
  1. Server Dedicaded, Server yang tidak memiliki fungsi lain. Ia tidak bisa di gunakan sebagai Workstation. Untuk melihat jenis dari server tersebut dapat di ketahui melalui sistem operasi jaringannya, Misal Novell Netware.
  2.  Server Non-dedicaded, Server yang juga bisa befungsi sebagai Workstation. Contohnya adalah Microsoft Windows NT Server, Microsoft NT Workstation, Microsoft Windows 95/98, Unix, Linux, Mac OS/2.
 Di Lihat dari Fungsinya, Server dapat di gunakan sebagai berikut :::::::
  • Menyimpan File-File yang di gunakan bersama-sama pada hardisknya.
  • Mengatur komunikasi (Seperti pesan email)  antar- Workstation.
  • Mengkoordinasikan percetakan kepada printer yang di pakai bersama- sama.
  • Server juga dapat menyimpan CD ROM yang dapat di pakai oleh para pemakai network.
  • Bisa menyimpan tape drive atau drive lain yang di gunakan untuk mem-backup hardisk server atau hardisk pada Workstation.
  • Dengan perangkat lunak dan keras tambahan, server bisa mengarahkan e-mail dari dan ke internet. kenyataanya server hampir dapat melakukan semua pekerjaan yang mencakup pengiriman data.

Pengertian Server dan Workstation Dalam Jaringan
   
Pengertian Workstation/Client Dalam Jaringan
      Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server.

      Sebuah Workstation minimal mempunyai kartu jaringan, aplikasi jaringan (Software jaringan), kabel untuk mrnghubungkan ke jaringan, biasannya sebuah Workstation tidak begitu membutuhkan Floppy karena data yang ingin di simpan dan dapat di letakan di server. Hampir semua jenis komputer dapat digunakan sebagai komputer Workstation.

Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa sharing data, sharing printer, dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan pada kompuer workstation berarti komputer yang digunakan tidak dapat masuk ke dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer server maupun komputer lain dalam jaringan tersebut.

Komputer server dapat berfungsi sebagai:
– Situs intenet atau ilmu pengetahuan
– Penyimpan data atau file, dan membuat data atau file tersebut dapat diambil kembali saat dibutuhkan.
– Mengkoneksikan komputer client ke Internet.
Banyak sekali kaum komputeris yang mencoba mendefinisikan arti kata/istilah server dalam hubungannya dengan komputer. Berikut ini disajikan beberapa definisinya:
- Server adalah sebuah komputer di Internet atau di jaringan lainnya yang menyimpan file dan membuat file tersebut tersedia untuk diambil jika dibutuhkan.
– Server adalah sebuah aplikasi jaringan komputer yang digunakan untuk melayani banyak pengguna dalam satu jaringan.
– Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer.
Komputer server biasanya memiliki RAM yang besar dan dalam operasionalnya menggunakan sistem operasi khusus, yang disebut sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan software administratif yang berguna untuk mengontrol akses ke jaringan, dan mengelola perangkat (sumber daya) yang terdapat di dalamnya, misalnya printer, serta memberikan akses kepada workstation yang menjadi anggota jaringan (workstation yang tersambung ke jaringan).
Kata atau istilah workstation berasal dari bahasa Inggris yang terjemahan bebasnya bermakna stasiun kerja. Dalam bahasan jaringan komputer, istilah workstation biasanya dipakai untuk menyebut komputer (yang dipakai oleh pengguna) yang terhubung ke suatu jaringan. Dalam pengertian yang lain, workstation diartikan sebagai single user komputer yang berdaya penuh yang penggunaannya biasanya ditujukan untuk aplikasi high end graphics dan aplikasi desain tambahan. Disebut juga dengan nama graphics workstation.
Pengertian istilah client-server
Client-server adalah suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi (software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya. Server biasanya terhubung dengan client melalui kabel UTP dan sebuah kartu jaringan (network card). Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.
Dalam teknologi informasi, client-server merujuk kepada cara mendistribusikan aplikasi ke pihak client dan pihak server. Dalam model client-server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah (tetapi masih dalam sebuah kesatuan) yakni komponen client dan komponen server.
Komponen client dijalankan pada sebuah workstation. Pemakai workstation memasukkan data dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu, kemudian mengirimkannya ke komponen server, umumnya berupa permintaan layanan tertentu yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima permintaan layanan tersebut dan langsung memprosesnya serta mengembalikan hasil pemrosesan kepada client. Client pun menerima informasi hasil pemrosesan data tadi dan menampilkannya kepada pemakai dengan menggunakan aplikasi yang digunakan oleh pemakai.
Sebuah contoh dari aplikasi client-server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP). Skrip ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak client akan dijalankan oleh web browser pada komputer client (workstation). Client-server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall database. Dengan metode client-server database dapat diinstal pada komputer server dan aplikasinya diinstal pada client.
Komponen client juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end.
Sumber : http://rcyshared.blogspot.com/
                  http://gpinkom.wordpress.com/
Read full post »
 

Copyright © 2012 Dwi Elinda Putri Design by George Robinson | Blogger Theme by BTDesigner Published..Blogger Templates | Proudly powered by Blogger